Dalam sesi kuliah umum, Dr. Ir. Imam Arifin memaparkan kondisi perpajakan Indonesia secara komprehensif, yang mencakup kebijakan fiskal, APBN, jenis-jenis pajak, serta perbandingan tax ratio dan tax buoyancy. Ia menyoroti bahwa tax ratio Indonesia masih berada di angka 10,08% pada 2024, yang menempatkan Indonesia di posisi kedelapan di kawasan Asia Tenggara, jauh di bawah negara-negara maju yang umumnya memiliki tax ratio 30-40% dari kapasitas ekonominya. Pemateri juga memaparkan empat tantangan perpajakan saat ini, yaitu pemajakan ekonomi digital dan lintas batas, shadow economy dan kepatuhan wajib pajak, base erosion and profit shifting (BEPS), serta reformasi administrasi dan kapasitas kelembagaan.