“Mengutip Washington Post, di mana seorang ilmuwan di Amerika Serikat menyebut Artificial Intelegent di perusahaannya mampu hidup menyerupai manusia,” ujar Widodo. “AI tersebut menurutnya juga memiliki perasaan dan pikiran yang berfungsi layaknya manusia atau sudah tahap sentient. Melihat realita tersebut kita perlu hati-hati dan menyikapi secara etik.” “Kita juga tersadar bahwa arus inovasi teknologi berjalan amat sangat cepat, inovasi terjadi setiap waktu. Kita mau tidak mau harus menyikapinya, harus menghadapinya,” sambungnya.
Artikel ini telah tayang di Selular.id Kementerian Komunikasi dan Informatika Dapat Special Award di Selular Award ke-20 | Selular.ID