Diskusi dibuka dengan pemaparan Dewi Wulandari, S.Si., selaku Ketua Tim Pembelajaran, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Ia menjelaskan kebijakan pendidikan inklusif di perguruan tinggi. Pada sesi kedua, Tim Pelaksana Proyek “Academic Success for Research with Visual Impairment”, Cut Meutia Karolina, M.I.Kom., mempresentasikan hasil studi serta best practice dari University of Edinburgh terkait dukungan bagi peneliti penyandang disabilitas netra.